Saturday, August 13, 2011

husnul-khatimah


DOA dijadikan husnul-khatimah
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ´Arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(QS. Al Hadiid, 57 : 3-4)
Sebaik-baik umur adalah yang dipanjangkan umur tetapi penuh dengan taat kepada Allah dan amal saleh. Seburuk-buruk umur adalah yang panjang umurnya tetapi penuh dengan dosa dan maksiyat kepada Allah. Orang yang akan selamat di alam akhirat adalah yang selamat di alam kubur. Orang yang selamat di alam kubur adalah orang yang selamat ketika di akhir hidupnya. Akhir hidup yang baik sulit didapat jika kita sehari-harinya tidak taat kepada Allah dan taat kepada Rasul. Oleh karena itu, supaya akhir hidup kita menjadi baik (husnul-khatimah) maka mulai sekarang kita harus menjadi orang yang taat kepada Allah, taat kepada Rasul dan selalu beramal saleh. Orang yang doanya akan dimakbul oleh Allah adalah mereka yang beriman, taat, mengamalkan sunnah Rasul, banyak beramal saleh, banyak berjasa kepada orang lain dan menjauhi dosa dan maksiyat kepada Allah. Mintalah kepada Allah untuk akhir hidup kita yang baik dengan doa-doa di bawah ini :
Di antara doa-doa yang perlu didawamkan adalah :
هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
Hablii hukmaw wa al hiqniy bish shoolihiin
“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh” (Q.S. Asy-Sy’araa: 83)
اللهم اجعل خير عمري أخره و خير عملي خواتيمه و خير أيامي يوم لقائك
Allaahummaj’al khayra ‘umrii aakhirahu wa khayra ‘amalii khawaatiimahu wa khayra ayyaamii yawma lliqaa’ika
“Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya dan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan (jadikanlah) sebaik-baik hariku yaitu hari ketika aku bertemu dengan-Mu (di hari kiamat)” (H.R. Ibnus Sunny)
اللهم اختم لنا بحسـن الخاتمة ولا تختم علينا بسـوء الخاتمة
“Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan husnul-khatimah (akhir yang baik), dan jangan Kau akhiri hidup kami dengan suu-ul-khatimah (akhir yang buruk)”
Adab Supaya Dikurniai Husnul Khatimah
  1. Sebaik-baik umur adalah umur yang panjang dan penuh dengan amal saleh. Dan seburuk-buruk umur menurut Allah adalah yang panjang umurnya tetapi diisi dengan dosa dan maksiat kepada Allah.
  2. Keadaan di akhir hayat seseorang bergantung kepada amalan sehari-hari. Oleh kerana itu, isilah hari-hari kita dengan selalu meningkatkan iman dan amal saleh.
  3. Selain berusaha untuk selalu meningkatkan ibadah fardhu dan sunnat, maka perlu memperbanyak amalan ihsan, iaitu amalan yang memberi kebaikan kepada orang ramai, baik berupa ajakan untuk kembali kepada Allah (dakwah ilallaah), menyebarkan ilmu, menyebarkan kasih sayang, menyebarkan amal soleh, dan selalu tawa shaubil wa tawaa shaubish-shabr.
  4. Tidak meminta mati kacuali karena telah terjadi fitnah yang mengancam keselamatan diri dan agamanya.
  5. Jangan sekali-kali berfikir untuk mengakhiri hidup dengan jalan pintas karena adanya tekanan hidup yang berat. Orang yang mengakhiri hidupnya dengan jalan pintas (bunuh diri) tidak akan diterima amalnya dan dipastikan dia akan masuk neraka.
  6. Ajal adalah sebuah misteri, merupakan rahasia Allah. Bisa datang secepat kilat, tetapi bisa tidak datang-datang walaupun telah dinanti-nantikan setiap saat. Namun jika ajal telah datang, tidak bisa ditunda atau dimajukan walaupun sedetik.
  7. Mendawamkan doa untuk dijadikan orang yang husnul-khatimah pada setiap akhir solat fardhu.
  8. Selalu menumbuhkan perasaan khauf dan raja’a (takut dan harap), iatu takut akan tidak diampuninya dosa-dosanya dan berharap bahwa Allah itu Maha Rahman dan Rahim yang akan selalu memberikan rahmat kepada orang-orang yang dikehendakinya.
  9. Ketika sudah ada tanda-tanda kan dipanggil oleh Allah, perbanyaklah membaca kalimat thayyibah, kerana siapa yang ucapan terakhirnya adalah Laa Ilaaha illallah orang itu dijamin masuk syurga.
Tanda – tanda Husnul Khatimah:
  • Mengucapkan syahadat menjelang kematiannya,
  • Meninggal dalam keadaan berkeringat di dahi (keningnya),
  • Meninggal pada malam Jum’at atau siangnya,
  • Mati syahid di medan jihad,
  • Mati sebagai tentara di jalan Allah,
  • Meninggal dengan sebab sakit tha’un (pes/sampar),
  • Meninggal dengan sebab sakit perut,
  • Meninggal karena tenggelam,
  • Meninggal karena keruntuhan bangunan,
  • Seorang wanita yang meninggal di dalam masa nifasnya yaitu meninggal kerana melahirkan anaknya,
  • Meninggal dengan sebab terbakar,
  • Meninggal dengan sebab sakit dzatul jambi (radang selaput dada),
  • Meninggal dengan sebab sakit paru-paru (TBC),
  • Meninggal dalam rangka mempertahankan harta yang akan dirampas,
  • Meninggal dalam rangka mempertahankan agama dan jiwa,
  • Mati sebagai murabith (pasukan yang berjaga di daerah perbatasan) di dalam perang di jalan Allah,
  • Meninggal di atas amalan shalih.
HUSNUL KHATIMAH
Husnul khatimah tidak dapat dilihat dari amalan seharian kita.
Nabi Muhammad SAW memerintahkan kita untuk tidak jemu dalam mengerjakan perbuatan baik dan tidak menyombongkan amal baik kita. Kerana itu, belum tentu amal baik kita diterima. Untuk itu, kita mesti memiliki dua sikap: sikap takut yang besar pada Allah dan sikap yang membentuk tekad untuk terus beramal sebaik mungkin.
Orang yang cerdas adalah orang yang sudah memperhitungkan sendiri amal-amal yang dilakukannya, sebelum Allah memperhitungkan amal-amalnya itu di akhirat kelak. Ia takut akan akibat dari dosa-dosanya, sebelum dosa-dosanya itu menjadi penyebab kehancurannya.
Tanda-tanda Husnul Khatimah
Ingatlah kematian. Demi Dzat yang nyawaku berada dalam kekuasaan-Nya, kalau kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis.(Rasulullah SAW).
Sehalus-halus kehinaan di sisi Allah adalah tercerabutnya kedekatan kita dengan-Nya. Awalnya terlihat dari menurunnya kualitas ibadah. Ilmu yang dapat membuatnya takut kepada Allah tidak bertambah. Maksiat pun mulai dilakukan. Kalau ibadah sudah tercerabut satu persatu, maka inilah tanda mulai tercerabutnya hidayah dari Allah.
Sahabat Hudzaifah berkata lirih, “Kekasih datang dalam keadaan miskin. Tiadalah beruntung siapa yang menyesali kedatangannya. Ya Allah, jika Engkau tahu bahwa kefakiran lebih aku sukai daripada kaya, sakit lebih aku sukai daripada sehat, dan kematian lebih aku sukai daripada kehidupan, maka mudahkanlah bagiku kematian sehingga aku menemui-Mu.
Kematian !!!! Siap menjemput
Ada dua macam akhir hidup, iaitu akhir hidup yang baik atau husnul-khotimah dan akhir hidup yang buruk atau su’ul-khotimah.
Husnul-khotimah adalah akhir kehidupan seseorang yang beriman kepada Allah dan percaya pada hari berbangkitnya manusia dengan bermodalkan taqwa.
Su’ul-khotimah ialah apabila sewaktu akan meninggal dunia seseorang didominasi oleh perasaan was-was yang disebabkan keragu-raguan atau keras kepala atau kebergantungan terhadap kehidupan dunia yang akibatnya ia harus masuk ke neraka secara kekal kalau tidak diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Sebab-sebab su’ul-khotimah secara ringkas antara lain adalah perasaan ragu dan sikap keras kepala yang disebabkan oleh perbuatan atau perkara dalam agama yang tidak pernah dituntunkan oleh Nabi shallAllohui ‘alaihi wa sallam, menunda-nunda taubat, banyak berangan-angan tentang kehidupan duniawi, senang dan membiasakan maksiat, bersikap munafik, dan bunuh diri.
Kita diperintahkan untuk beramal sholih, walaupun celaka atau bahagianya kita telah ditentukan sejak kita masih di rahim ibu. Sebab siapa saja yang bertaqwa dan beriman, Alloh akan memudahkan beginya jalan menuju bahagia. Dan tentu saja kita juga harus menjauhi amal-amal buruk agar Alloh menghindarkan kita dari jalan yang celaka.
Kematian dan alam kubur
“Tiap-tiap yang bernyawa akan merasai mati”. Kerana itu kita jangan terlalu asyik dengan kehidupan dunia ini sehingga lalai dan lupa akan akhirat, sedangkan akhirat itulah tempat kekal abadi.
Sebenarnya tanda-tanda orang yang mati dalam husnul khatimah itu boleh dilihat semasa hayat atau hidup seseorang itu, iaitu mereka taat dan patuh kepada perintah Allah Subhanahu Wataala dan menjauhi larangan-Nya, mengamalkan perkara berkebajikan dan menjauhi kemaksiatan.
Faktor penyebab seseorang itu tergolong dalam golongan yang mendapat suul khatimah:
  1. Mengabaikan ibadat sembahyang,
  2. Minum arak,
  3. Derhaka kepada ibu bapa,
  4. Menyakiti orang Islam.
Kubur tempat singgah sementara sebelum tibanya Hari Akhirat. Itulah tempat yang akan menjadi Taman Syurga bagi orang-orang yang beriman, tetapi menjadi lubang Neraka bagi orang-orang yang jahat yang ingkar perintah Allah Subhanahu Wataala dan yang menyekutukan Allah Subhanahu Wataala.
Takut mati su’ul khatimah
Kebanyakan orang-orang yang mati suul khotimah disebabkan kerana ia mengabaikan solat fardhu, zakat, suka memecah-belah kaum muslimin, suka mengurangi takaran dan timbangan, suka menipu kaum muslimin, menyusahkan dan mengelincirkan mereka, suka mengaku-ngaku sebagai wali Allah atau juga mengingkari para wali-Nya, dan melakukan perkara-perkara yang keji lainnya. Selain itu mereka adalah para ahli bid’ah dalam agama, yang menanamkan rasa ragu-ragu kepada Allah dan Rasul-Nya serta keberadaan hari akhir.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata’ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.
Saya berharap kita semua menjadikan diri kita hamba Allah yang beriman dan bertakwa serta berjaya di dunia dan akhirat. Ingatlah, Allah menjanjikan kita mati itu nyata, tidak cepat walaupun lewat walau sesaat..
Oleh itu, beramallah seolah-olah kita akan mati pada keesokan harinya dan bekerjalah umpama anda hidup seribu tahun lagi…
Wallahu A’lam..
Abdul Mutalib bin Abdul Malek
http://www.facebook.com/notes/abdul-mutalib-abdul-malek/ya-allahmatikan-aku-dalam-husnul-khatimah/173279916038484
Muslim Community

Related Articles:

No comments:

Post a Comment